the art of living is writingPosts RSS Comments RSS

.:: nice quote: Tua sudah pasti, Dewasa adalah pilihan ::.

Suatu pagi, saya bergegas keluar kamar lalu duduk di kursi meja makan yang diatasnya sudah tersedia koran yang masih terlipat rapi. Sepertinya belum ada satu orangpun di rumah ini yang membukannya. Tersedia pula segelas teh hangat yang selalu dibuatkan khusus untuk saya oleh bunda tercinta setiap paginya. Sambil menyeruput teh hangat tersebut, mata saya tertarik ke arah judul headline koran yg berbunyi : “SATU LAGI PEJABAT TERTANGKAP KARENA KORUPSI”. Memang rasanya bukan suatu hal yang luar biasa lagi mendapatkan berita seperti itu. namun tetap saja saya merasa penasaran untuk mengetahui siapakah gerangan korbannya kali ini…? Akhirnya saya pun memutuskan untuk membacanya…

Hoho… Ternyata nasib sial kali ini menimpa seorang pejabat teras negara yang selama ini saya sama sekali tak mengiranya, bahkan saat ini pun saya masih tak percaya kalau pelaku korupsi kali ini adalah pejabat tersebut. Rupanya selama ini penampilan beliau sukses mengelabui rakyat dengan penampilannya yangg elegan.

Tak lama kemudian, Bunda datang  dari arah kamar sembari mengomel-ngomel dan menirukan apa yang baru saja ia dengar dari Televisi, “Sepasang suami istri beranak tiga menjadi bandar narkoba, Bunda ngga abis pikir…”. Saya pun hanya menaggapinya dengan tersenyum saja….

Saya rasa sudah banyak sekali cerita-cerita atau lebih tepatnya kasus-kasus saya dengar setiap harinya yang bisa membuat kita naik darah. Ada kasus pejabat korupsi, kakek memperkosa cucu sendiri, Suami Istri selingkuh, bandar narkoba, macam-macam lah…

Yang membuat saya tidak habis pikir kasus tersebut bukan hanya terjadi pada mereka yang secara ekonomi lemah, melainkan mereka yang mampu bahkan sangat mampu pun juga demikian. Dan yang lebih membuat saya bertambah bingung, mereka semua itu secara usia sudah berumur…! Paling tidak jauh lebih berumur dibandingkan saya…! Sampai akhirnya pertanyaanku bermuara pada :

”KOK BISA…?”

Kok bisa…? seorang pejabat negara yang notabene memiliki pendidikan yang tinggi, bahkan sampai jauh-jauh belajar ke luar negeri, melakukan tindak korupsi…?

Kok bisa…? seorang suami-istri yang seharusnya memberikan contoh dan kasih sayang kepada anak-anaknya melakukan perselingkuhan bahkan ada yang malah menjadi bandar narkoba…?

Kok bisa…? seorang  kakek yang seharusnya menjadi panutan atau membacakan dongeng kepada cucunya malah memperkosa cucunya sendiri…?

KOK BISA…???

Jujur, saya sempat hopeless mendengar itu semua. Saya fikir untuk apa saya jauh-jauh belajar sampai ke luar negri kalau ujung-ujungnnya hanya jadi koruptor…? Namun harapan kembali muncul saat saya mengetahui kalau masih banyak pejabat negara yang bersih, masih banyak orang tua yg sampai saat ini rukun dan hidup bahagia bersama keluarganya, masih banyak Kakek yg saat ini sedang bermain-main dengan ceria bersama cucunya…

Dan pertanyaan saya tentang “kok bisa?” pun sudah saya dapatkan jawabannya, saat seorang teman berkata kepada saya bahwa, “ Menjadi tua itu sudah pasti, menjadi dewasa adalah sebuah pilihan…”

Orang-orang yang saya bingungkan itu adalah orang-orang yang hanya hidup dengan mengikuti “hukum alam” dengan terus bertambah usia menjadi tua, tapi amat disayangkan ketika mereka tidak mengambil pilihan untuk menjadi dewasa…

Ketika seseorang telah memilih untuk dewasa, maka ia akan…

Dewasa untuk memiliki sikap…
Dewasa untuk tidak menyakiti dan merugikan orang lain…
Dewasa untuk mengalahkan diri sendiri, egoisme…
Dewasa untuk mengendalikan hawa nafsu…
Dewasa untuk menyesuaikan perilaku dgn usia…
Dewasa utk menjadi bijaksana…
Dewasa untuk melakukan kebaikan…

Ketika seseorang telah mencapai tingkatan dewasa di atas, tak mungkin ia melakukan kasus-kasus seperti yang saya ceritakan di atas…

Semoga kita semua termasuk orang yang mengambil pilihan untuk menjadi dewasa….

12 responses so far

12 Responses to “.:: nice quote: Tua sudah pasti, Dewasa adalah pilihan ::.”

  1. dianaprianyon Nov 17th 2008 at 10:05 am

    apakah dewasa ada tingkatannya? klo ada, sampai tingkat berapa seseorang akan dewasa?

  2. deniaron Nov 17th 2008 at 12:11 pm

    Kita belum dewasa sebelum kita bisa menjawab ’siapa diri kita?’ ‘untuk apa diri kita?’

    good2 :-bd

  3. afwan auliyaron Nov 17th 2008 at 6:19 pm

    ehmm… emang kedewasan itu merupakan proses… dan nggak banyak orang yang memilih proses itu :)

  4. andikaon Nov 18th 2008 at 5:22 am

    lha kowe dewe wis dewasa durung le??? [-(

  5. ajeeon Nov 19th 2008 at 6:28 pm

    masih tersimpan jiwa kekanak2an dalam setiap diri orang dewasa…
    [-(

  6. Tarumaon Nov 21st 2008 at 7:22 am

    menyesuaikan perilaku dengan usia?????
    masuk akal.. :D

  7. Senior Romantison Nov 21st 2008 at 4:05 pm

    kalo romantis itu dewasa ga ya? :shy:

  8. Ucriton Nov 22nd 2008 at 8:29 am

    klo ‘Maju Terus Pantang Minder’ itu nice quote juga ga ya :D *ditimpuk*

  9. erda Keongon Nov 22nd 2008 at 6:18 pm

    DEWASA……
    Kadang ada juga orang yang terlihat dewasa dalam kekanak-kanakannya….
    yang jelas DEWASA teh berarti BISA MEMBEDAKAN MANA BENAR MANA SALAH (tentu menurut parameter YANG MAHA BENAR)… memilihnya dan MENJALANKANnya…. ….Good post …. jadi euy mana materi public speaking teh?? :) )

  10. ryon Nov 22nd 2008 at 9:11 pm

    Tak lama kemudian, Bunda :) ) datang dari arah kamar sembari mengomel-ngomel dan menirukan apa yang baru saja ia dengar dari Televisi, “Sepasang suami istri beranak tiga menjadi bandar narkoba, Bunda ngga abis pikir…”. Saya pun hanya menaggapinya dengan tersenyum saja….

    sejak kapan jadi manggil bunda?? biasanya juga mama…

    halah…

  11. aditon Nov 28th 2008 at 6:44 pm

    ah saya malah memilih ingin seperti anak kecil :-)

    karena

    anak kecil selalu excited dengan hal-hal kecil
    anak kecil kalau abis berantem cepat maaf-annya
    anak kecil tidak pernah mengkhawatirkan masa depan, sehingga ceria selalu

  12. iakszon Dec 17th 2008 at 11:02 pm

    hehe .. anak mami ya .. :) sama donk :D

    itu enggak ada sangkut pautnya dengan kedewasaan,

    tapi lebih pada kedangkalan etika dan nilai agama.

    kan udah jelas kalo agama itu diajarkan di sekolah,

    jamnya 1:4 dari pelajaran umum. pantas saja kalo

    hasilnya bukan hanya itu, tapi yang lebih luas,

    (budaya) TAWURAN. [-( :metal:

Leave a Reply